1. Beranda
  2. Jurnal Predator
  3. Ciri Jurnal Predator
Edukasi

Apa Itu Jurnal Predator?

Pengertian, ciri yang paling sering muncul, dampaknya bagi penulis, serta cara membedakannya dari clone dan hijacked journal.

  • 7 ciri utama
  • 7 risiko bagi penulis
  • Clone & hijacked

Pengertian singkat

Jurnal predator adalah jurnal yang memungut biaya publikasi tanpa menjalankan peer review dan penyuntingan yang layak.

Naskah diterima hampir tanpa seleksi, terbit dalam hitungan hari, dan tidak ada catatan telaah yang bisa dipertanggungjawabkan. Yang dijual bukan kualitas ilmiahnya, melainkan kecepatan dan kepastian terbit.

Istilah ini dipopulerkan Jeffrey Beall, pustakawan University of Colorado Denver, lewat daftar penerbit bermasalah yang ia susun sejak 2010.

Tanda Bahaya

Tujuh Ciri yang Paling Sering Muncul

Satu tanda saja belum tentu berarti predator. Semakin banyak yang cocok, semakin besar alasan untuk memeriksa lebih teliti sebelum mengirimkan naskah.

  • Biaya publikasi tidak transparan. Besaran APC tidak dijelaskan di muka, sering baru muncul setelah naskah dinyatakan diterima.
  • Proses review sangat cepat. Diterima dalam hitungan hari, padahal telaah yang wajar butuh sekurangnya dua sampai empat minggu.
  • Nama menyerupai jurnal bereputasi. Menyisipkan kata seperti International, Global, atau Advanced agar terdengar mapan.
  • Identitas editorial kabur. Dewan editor tidak lengkap, memakai nama fiktif, atau mencatut akademisi tanpa izin.
  • Undangan lewat email massal. Bahasanya membujuk, menjanjikan terbit cepat dan pasti diterima, dengan cakupan bidang terlalu luas.
  • Klaim indeksasi tak terverifikasi. Mengaku terindeks Scopus, DOAJ, atau SINTA, tetapi tidak ditemukan di situs resminya.
  • Situs seadanya. Banyak salah ketik, tautan mati, dan tidak mencantumkan kebijakan etik publikasi.
Dampak

Yang Ditanggung Penulis

Tidak diakui secara akademik

Tidak bisa dipakai untuk penilaian kinerja maupun kenaikan jabatan fungsional.

Biaya terbuang

APC sudah dibayar, manfaat akademiknya tidak ada.

Rekam jejak tercoreng

Nama penulis melekat pada terbitan yang diragukan komunitas ilmiah.

Tidak ada masukan berarti

Tanpa telaah yang layak, mutu riset berikutnya tidak ikut terangkat.

Karier akademik terhambat

Menyulitkan kenaikan pangkat, promosi, maupun pengajuan beasiswa.

Berpotensi melanggar etika

Sebagian institusi menganggapnya pelanggaran etika publikasi dan menjatuhkan sanksi.

Sulit diterbitkan ulang

Artikel yang sudah terbit sulit ditarik, sehingga tertutup peluang ke jurnal bereputasi.

Modus Lain

Clone Journal & Hijacked Journal

Keduanya berbeda dari jurnal predator biasa: yang ditiru bukan cara kerjanya, melainkan identitas jurnal yang memang sudah kredibel.

Clone Journal

Situs tiruan yang meniru jurnal asli yang masih terbit — nama, tampilan, bahkan nomor ISSN-nya disalin. Penulis mengira sedang submit ke jurnal aslinya.

  • Nama, logo, dan tata letak situs disalin hampir persis
  • Domain mirip tapi berbeda, sering berakhiran .com atau .info
  • ISSN dicuri dari jurnal yang asli
  • Nama dewan editor dicatut tanpa izin
  • Kontak memakai email umum seperti Gmail

Jurnal aslinya tetap sah — yang palsu adalah situsnya.

Hijacked Journal

Jurnal asli yang domainnya diambil alih pihak lain, biasanya setelah domain lamanya kedaluwarsa, lalu dijalankan sebagai jurnal berbayar.

  • Domainnya memang bekas milik jurnal itu sendiri
  • ISSN sah, tetapi dipakai oleh pengelola baru
  • Dewan editor lama hilang, diganti nama tak jelas
  • Email, telepon, dan alamat kantor tidak lagi cocok dengan catatan resmi
  • Arsip terbitan lama raib atau tak bisa dibuka

Data indeksasi lamanya masih tampak, padahal sudah tidak berlaku.

Bandingkan tujuh aspeknya berdampingan
Aspek Jurnal Asli Clone Hijacked
Domain situs Domain resmi institusi atau penerbit (.ac.id, .edu) Mirip tapi berbeda, sering .com atau .info Domain lama yang diambil alih setelah kedaluwarsa
ISSN Terdaftar dan cocok di portal ISSN resmi Menyalin ISSN milik jurnal asli ISSN sah, tetapi dipakai pengelola baru
Indeksasi Terverifikasi di Scopus, WoS, DOAJ, atau SINTA Mengklaim terindeks; tautannya justru ke jurnal asli Data lama masih tampak, tidak lagi berlaku
Email kontak Memakai domain institusi atau penerbit Email umum atau domain palsu Berubah dari yang tercatat di basis data resmi
Dewan editor Bisa diverifikasi, profil dan afiliasi jelas Mencatut nama editor jurnal asli Editor lama hilang, diganti nama tak jelas
Arsip artikel Lengkap, bisa diakses, ber-DOI sah Arsip palsu atau salinan dari jurnal asli Arsip lama raib atau tak bisa dibuka
Lama review Dua sampai enam bulan dengan reviewer kredibel Hitungan hari, tanpa telaah sungguhan Dipercepat drastis dibanding sebelumnya
Sebelum Submit

Delapan Hal yang Wajib Dicek

  1. Cocokkan domain dengan penerbitnya

    Buka situs resmi penerbit atau kampus pengelolanya, lalu telusuri tautan menuju jurnal dari sana — bukan sebaliknya.

  2. Verifikasi ISSN di portal resmi

    Cek di portal.issn.org dan pastikan nama serta penerbit yang tercatat sama persis.

  3. Buka klaim indeksasinya satu per satu

    Cari nama jurnalnya langsung di situs Scopus, DOAJ, atau SINTA. Klaim yang tidak bisa ditemukan di sumbernya patut dicurigai.

  4. Hubungi penerbitnya langsung

    Kalau ragu, tanyakan ke institusi atau universitas yang tercantum lewat kontak resmi mereka — bukan kontak yang tertulis di situs jurnalnya.

  5. Telusuri dewan editornya

    Ambil dua sampai tiga nama, cari profil dan afiliasinya di Google Scholar atau situs kampusnya. Bila perlu, kirim email ke alamat institusi mereka — bukan alamat dari situs jurnalnya.

  6. Periksa arsip dan DOI

    Buka beberapa terbitan lama. Arsip yang kosong, terputus, atau DOI-nya tidak berfungsi menandakan ada yang tidak beres.

  7. Lihat riwayat situsnya

    Buka arsip lamanya lewat Wayback Machine. Situs yang berubah total dalam waktu singkat adalah tanda pembajakan.

  8. Jalankan alat evaluasi

    Gunakan Alat Evaluasi Jurnal untuk menilai sepuluh kriteria sekaligus, atau daftar periksa Think. Check. Submit. sebagai pembanding.

Daftar pada situs ini bersifat referensi awal, bukan keputusan resmi. Selalu verifikasi status terkini jurnal langsung ke situs resminya sebelum melakukan submission.

Lanjutkan Belajar

Mengenali cirinya baru langkah pertama

Di Pusat Literasi kami kumpulkan video pilihan, artikel, infografis, dan berita seputar penulisan ilmiah, indeksasi, serta integritas akademik. Telusuri bebas sesuai minat — tidak ada urutan yang harus diikuti.

Sudah punya kandidat jurnalnya?

Telusuri namanya di daftar, atau nilai kredibilitasnya lewat sepuluh kriteria terukur.