- Beranda
- Pusat Literasi
- Kupas Tuntas tentang Jurnal Predator
Kupas Tuntas tentang Jurnal Predator
Skandal gelar Guru Besar lewat jurnal predator telah mengguncang dunia pendidikan tinggi.
Hal ini diduga terjadi karena memanipulasi korespondensi dengan penerbit jurnal. Pelanggaran integritas akademik ini terjadi di beberapa universitas negeri dan daerah.
Guna mengetahui apa itu jurnal predator, pemandu “Positif Podcast” produksi www.teropongnews.com, Meita Veruswati mengulik Pemimpin Redaksi Jurnal Kesmas Universitas Indonesia (UI), Dr Al Asyary, SKM, MPH.
Al Asyary membeberkan seluk beluk jurnal predator dan jurnal sesungguhnya. Akademisi Fakultas Kesejahteraan Masyarakat Universitas Indonesia ini juga menjelaskan pentingnya menulis di jurnal Scopus bagi para dosen yang meniti karier di perguruan tinggi.
Dia juga menekankan bagi Guru Besar yang sudah terlanjur menulis di jurnal predator tidak perlu khawatir. “Sebab, status Guru Besarnya tidak bisa lagi dicopot. Artinya, walaupun artikelnya sudah discontinued di Scopus, status Guru Besar tetap disandangnya,” jelasnya.
Hal ini diduga terjadi karena memanipulasi korespondensi dengan penerbit jurnal. Pelanggaran integritas akademik ini terjadi di beberapa universitas negeri dan daerah.
Guna mengetahui apa itu jurnal predator, pemandu “Positif Podcast” produksi www.teropongnews.com, Meita Veruswati mengulik Pemimpin Redaksi Jurnal Kesmas Universitas Indonesia (UI), Dr Al Asyary, SKM, MPH.
Al Asyary membeberkan seluk beluk jurnal predator dan jurnal sesungguhnya. Akademisi Fakultas Kesejahteraan Masyarakat Universitas Indonesia ini juga menjelaskan pentingnya menulis di jurnal Scopus bagi para dosen yang meniti karier di perguruan tinggi.
Dia juga menekankan bagi Guru Besar yang sudah terlanjur menulis di jurnal predator tidak perlu khawatir. “Sebab, status Guru Besarnya tidak bisa lagi dicopot. Artinya, walaupun artikelnya sudah discontinued di Scopus, status Guru Besar tetap disandangnya,” jelasnya.