1. Beranda
  2. Artikel & Berita
  3. Cek Referensi: Daftar Pustaka Asli, Palsu, atau…

Cek Referensi: Daftar Pustaka Asli, Palsu, atau Sudah Ditarik?

Artikel 25 September 2026 Riski Destrianto

Original Content by

Sejak AI mulai banyak digunakan untuk menyusun daftar pustaka, muncul satu masalah yang cukup serius. Ada sitasi yang terlihat sangat meyakinkan, lengkap dengan nama jurnal, volume, halaman, bahkan DOI, tetapi ketika dicari, artikelnya ternyata tidak pernah diterbitkan.

Masalah seperti ini bisa ditemukan saat bimbingan, ketika dosen menguji daftar pustaka, atau bahkan saat naskah sudah masuk ke reviewer. Tidak sedikit penulis yang baru menyadarinya setelah ditanya.

Karena itu, CekJurnal.id menghadirkan Cek Referensi untuk membantu memeriksa daftar pustaka sebelum digunakan dalam skripsi, tesis, artikel, atau penelitian.

Cara Memakainya

Caranya cukup sederhana.

  1. Salin daftar pustaka dari Word, PDF, Mendeley, atau sumber lainnya. Format APA paling mudah dikenali, tetapi kamu juga bisa memasukkan judul artikel saja jika belum memiliki informasi lengkap.
  2. Tempel daftar pustaka ke kolom yang tersedia. Dalam satu kali pemeriksaan, kamu bisa memasukkan maksimal 20 rujukan.
  3. Klik Periksa dan tunggu beberapa saat sampai hasilnya muncul.

Apa Saja yang Diperiksa?

Setiap rujukan akan dicocokkan dengan data Crossref, yaitu lembaga yang banyak digunakan penerbit untuk mendaftarkan DOI artikel ilmiah.

Dari pemeriksaan tersebut, setiap rujukan akan mendapatkan salah satu dari beberapa status.

Terverifikasi berarti artikel ditemukan dan informasi judulnya sesuai dengan data yang terdaftar.

DOI tidak terdaftar berarti DOI yang dicantumkan dalam referensi tidak ditemukan di Crossref. Jika kondisi ini muncul pada referensi yang dibuat menggunakan AI, kamu perlu memberikan perhatian khusus karena bisa menjadi indikasi bahwa sitasinya tidak benar-benar ada.

DOI menunjuk artikel lain berarti DOI tersebut memang terdaftar, tetapi ternyata mengarah ke artikel yang berbeda. Bisa saja terjadi karena kesalahan saat menyalin referensi, tetapi tetap perlu diperiksa.

Perlu kamu cek sendiri muncul ketika sistem menemukan informasi yang mirip, tetapi belum cukup kuat untuk memastikan bahwa rujukan tersebut merupakan artikel yang sama.

Tidak ditemukan berarti belum ada padanan yang sesuai di Crossref.

Selain memeriksa keberadaan artikel, Cek Referensi juga menampilkan informasi seperti peringkat SINTA, status predator, dan status discontinued Scopus untuk jurnal penerbit yang ditemukan berdasarkan database CekJurnal.id.

Bagaimana dengan Artikel yang Sudah Diretraksi?

Ada satu hal lain yang sering luput ketika memeriksa daftar pustaka, yaitu artikel yang sudah diretraksi.

Retraksi berarti sebuah artikel ditarik kembali oleh jurnal atau penulisnya. Penyebabnya bisa beragam, misalnya terdapat kesalahan serius pada penelitian, masalah pada data, atau persoalan etika publikasi.

Artikel yang sudah diretraksi tentu perlu diperlakukan dengan hati hati. Jika tetap dibahas dalam sebuah penelitian, status retraksinya perlu diketahui dan disebutkan dengan jelas.

Masalahnya, informasi mengenai retraksi tidak selalu muncul langsung pada halaman artikel. Ada penerbit yang menerbitkan pemberitahuan retraksi sebagai artikel atau dokumen terpisah tanpa memberikan tautan yang jelas dari artikel aslinya.

Akibatnya, ketika seseorang hanya membuka halaman artikel atau mencari berdasarkan DOI, status retraksinya bisa saja tidak langsung terlihat.

Cek Referensi mencoba membantu menemukan kondisi seperti ini. Selain melihat informasi dari penerbit, sistem juga menelusuri pemberitahuan retraksi yang tidak terhubung langsung dengan artikel kemudian mencocokkannya dengan judul referensi yang diperiksa.

Jika ditemukan indikasi bahwa artikel sudah diretraksi, hasil pemeriksaan akan diberi tanda SUDAH DIRETRAKSI, beserta informasi tanggal dan tautan ke pemberitahuan retraksinya.

Jangan Langsung Menganggap Referensi Palsu

Ada satu hal penting yang perlu diperhatikan ketika membaca hasil pemeriksaan.

Tidak ditemukan bukan berarti referensi tersebut palsu.

Tidak semua sumber akademik memiliki DOI atau terdaftar di Crossref. Prosiding, skripsi, tesis, buku, dan sejumlah jurnal kampus bisa saja tidak memiliki DOI yang terdaftar di sana.

Karena itu, referensi yang tidak ditemukan tetap perlu diperiksa secara manual. Untuk membantu proses tersebut, setiap hasil pemeriksaan juga menyediakan tautan pencarian ke Google Scholar dan Garuda.

Hal yang sama berlaku untuk status Terverifikasi.

Terverifikasi berarti artikelnya memang ditemukan dan informasinya sesuai. Bukan berarti isi artikel tersebut otomatis mendukung pernyataan yang kamu tulis.

Cek Referensi memeriksa keberadaan dan kecocokan referensi, bukan memastikan apakah kesimpulan atau argumen dalam tulisanmu benar. Untuk itu, kamu tetap perlu membaca artikel aslinya.

Jadi, hasil dari Cek Referensi sebaiknya digunakan sebagai alat bantu untuk menentukan referensi mana yang perlu diperiksa lebih lanjut, bukan sebagai satu satunya dasar untuk menyatakan sebuah referensi palsu.

Siapa yang Bisa Menggunakannya?

Cek Referensi bisa digunakan oleh siapa saja yang ingin memastikan daftar pustakanya sebelum sebuah tulisan dipublikasikan atau dikumpulkan.

Mahasiswa bisa menggunakannya untuk memeriksa daftar pustaka skripsi atau tesis sebelum sidang.

Dosen dan pembimbing dapat menggunakannya untuk membantu memeriksa referensi dalam naskah mahasiswa.

Reviewer dan editor jurnal dapat memanfaatkannya sebagai pemeriksaan awal terhadap referensi dalam naskah yang masuk.

Peneliti juga bisa menggunakannya untuk memastikan referensi yang digunakan masih valid dan tidak ada artikel yang sudah diretraksi sebelum naskah dikirimkan.

Cek Referensi tersedia secara gratis dan tidak memerlukan pendaftaran.

Coba Cek Referensi

Kalau kamu punya daftar pustaka yang ingin diperiksa, kamu bisa langsung mencoba Cek Referensi di:

https://cekjurnal.id/cek-referensi

CekJurnal.id, Lebih Tepat, Lebih Cepat